JEROWARU, LOMBOK TIMUR – Pembangunan desa tidak melulu soal fisik infrastruktur, jalan, atau bangunan. Fondasi terpenting dari sebuah desa yang maju justru terletak pada manusianya, khususnya generasi mudanya. Berangkat dari kesadaran inilah, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) menggelar sosialisasi "Stop Bullying" di SDN 2 Jerowaru.
Kegiatan ini bukan sekadar program kerja formalitas, melainkan sebuah langkah strategis untuk memutus mata rantai perundungan demi menciptakan lingkungan sosial yang sehat bagi anak-anak Desa Jerowaru.
Membangun Desa Dimulai dari Sekolah Seringkali, bibit perpecahan atau mentalitas yang tidak sehat bermula dari pembiaran perilaku bullying di masa kecil. Ejekan, pengucilan, atau kekerasan fisik yang dianggap "biasa" di sekolah dasar bisa berdampak fatal pada karakter anak di masa depan.
Tim KKN PMD Unram menekankan bahwa upaya ini dilakukan demi kebaikan Desa Jerowaru itu sendiri. Anak-anak yang duduk di bangku SDN 2 Jerowaru hari ini adalah calon pemimpin desa di masa depan. Jika mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh tekanan dan bullying, sulit bagi desa untuk memiliki generasi penerus yang percaya diri dan berjiwa sosial tinggi. Sebaliknya, jika mereka tumbuh saling menghargai, maka Jerowaru di masa depan akan diisi oleh masyarakat yang guyub dan harmonis.
Edukasi yang Menyenangkan dan Menyentuh Hati Agar pesan moral ini sampai ke hati anak-anak, para mahasiswa menggunakan pendekatan yang jauh dari kesan menggurui. Materi disajikan melalui media visual yang menarik, pemutaran video edukatif, hingga games interaktif yang memancing empati siswa.
Anak-anak diajak untuk berani menjadi "pahlawan" bagi temannya—yakni dengan tidak menjadi pelaku perundungan dan berani melapor jika melihat temannya disakiti. Antusiasme siswa SDN 2 Jerowaru pun terlihat luar biasa; mereka aktif berdiskusi dan berjanji untuk menjaga kekompakan kelas.
Investasi Jangka Panjang untuk Jerowaru Melalui sosialisasi ini, KKN PMD Unram berharap dapat menanamkan benih-benih karakter positif sejak dini. Menciptakan sekolah yang bebas bullying adalah langkah awal untuk menciptakan Desa Jerowaru yang ramah anak dan bermartabat.
Kolaborasi antara pihak sekolah dan mahasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa semua pihak peduli. Karena pada akhirnya, menjaga senyum dan kesehatan mental anak-anak ini adalah cara terbaik untuk merawat masa depan Desa Jerowaru agar tetap lestari, damai, dan berkemajuan.