LOMBOK TIMUR – Keindahan alam Desa Jerowaru, mulai dari rimbunnya Bale Mangrove hingga syahdunya senja di Pantai Telong-Elong, adalah anugerah yang tak ternilai. Setiap sore, tanggul pantai dipenuhi gelak tawa pengunjung, aroma jajanan kaki lima, dan kekaguman pada matahari yang perlahan tenggelam di balik ribuan keramba. Namun, di balik eksotisme yang memanjakan mata tersebut, terdapat sebuah ancaman nyata yang perlahan mengintai: sampah plastik yang tertinggal.
Ramainya aktivitas wisata, terutama budaya "nongkrong" sambil menikmati kuliner di pinggir pantai, seringkali menyisakan jejak yang tak sedap dipandang. Bungkus plastik bekas makanan, gelas minuman sekali pakai, hingga sedotan seringkali berakhir terselip di bebatuan tanggul atau bahkan terbawa arus laut. Padahal, laut yang kita nikmati pemandangannya ini adalah "nadi kehidupan" bagi ribuan masyarakat Jerowaru yang menggantungkan hidup pada budidaya lobster dan hasil laut lainnya.
Perlu diingat bahwa sampah plastik yang terbuang ke laut bukan sekadar masalah kotor atau bersih. Plastik-plastik ini dapat mengganggu ekosistem laut, merusak kualitas air, dan pada akhirnya mengancam keberlangsungan budidaya lobster yang menjadi kebanggaan desa ini. Begitu pula di kawasan mangrove, sampah yang tersangkut di akar-akar bakau dapat menghambat pertumbuhan pohon yang berfungsi sebagai benteng alami pesisir tersebut.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan Desa Jerowaru bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah desa semata, melainkan tanggung jawab moral setiap jiwa yang datang berkunjung. Kesadaran ini bisa dimulai dari langkah paling sederhana: membawa kantong sampah sendiri, atau setidaknya menahan diri untuk tidak membuang bungkus jajanan sembarangan hingga menemukan tempat sampah yang layak.
Jangan biarkan kebiasaan membuang sampah sembarangan menutupi pesona Jerowaru yang telah mendunia. Mari kita jadikan pantai dan hutan mangrove ini sebagai ruang publik yang nyaman dan bermartabat. Sudah saatnya kita mengubah pola pikir bahwa berwisata bukan hanya tentang menikmati alam, tetapi juga tentang merawatnya agar tetap lestari.
Biarlah senja di Telong-Elong dan kesejukan di Bale Mangrove tetap menjadi cerita indah untuk anak cucu kita kelak. Mari nikmati suasananya, habiskan jajanannya, tapi tolong, bawa pulang sampahnya. Karena sejatinya, wisatawan yang cerdas adalah mereka yang hanya meninggalkan jejak kaki, bukan jejak sampah.